DIDUGA KAPOLRES DAN SATRESKRIM POLRES BATUBARA LAKUKAN PEMERASAN TERHADAP DOKTER, BIDAN DAN PENGUSAHA MIKRO
Joniarnewspekan.com---Batubara........Warga Batubara saat ini sangat resah dengan ulah oknum Polisi SATRESKRIM POLRES BATUBARA yang mengirimkan Undangan Klarifikasi, lalu memeras meminta sejumlah uang dengan modus Laporan informasi (Dumas dari LSM/Ormas)
Korban adalah Dokter, Bidan dan Pengusaha Mikro.
Saat ini kasus sudah dilaporkan di SPKT Polda Sumut dan Bidpropam Polda Sumut namun belum memberikan kepastian hukum
Dokter yang menjadi korban pemerasan juga saat ini diintimidasi oleh oknum dan orang orang tidak dikenal, melalui chat Whatsapp dan pemberitaan
Desakan ini muncul menyusul adanya dugaan praktik pemerasan yang dilakukan oleh personel Polres Batubara terhadap sejumlah dokter dan Pengusaha Mikro di wilayah Kabupaten Batubara, dua Dokter yang saat ini menjadi korban juga mengaku diminta dan telah menyerahkan uang Rp. 50.000.000 (lima puluh Juta Rupiah) dan tanpa rasa takut kembali lagi meminta uang kepada kedua Dokter spesialis sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta Rupiah).
Dugaan Pemerasan Masif dan Terstruktur diungkap PH Daniel S Sihotang, SH., Marudut H Gultom, SH., MH, P J J Tambunan, SE., SH., MH adanya indikasi tindakan pemerasan oleh personel Polres Batubara terhadap beberapa dokter yang diduga dilakukan secara masif, terstruktur, dan sistematis, serta diduga kuat diketahui oleh pihak pimpinan, karena hingga saat ini sudah ada 3 Dokter dan 2 pengusaha mikro yang mengadu ke Pusat Bantuan Hukum Laskar Prabowo 08 Sumatera Utara, tidak menutup kemungkinan akan bertambah lagi masyarakat yang akan datang mengadu.
Pelanggaran Etik dan Institusi: Tindakan oknum tersebut dinilai telah melanggar kode etik kepolisian dan menjadi batu sandungan serius di tengah upaya Polri membangun citra positif dan profesionalisme.
Desakan Pencopotan Jabatan: Meminta Kapolda Sumut segera mencopot Kapolres Batubara, Kasat Reskrim, serta melakukan evaluasi terhadap penyidik Unit Ekonomi yang diduga terlibat atau melakukan pembiaraan, termasuk oknum penyidik berinisial Aipda HG dan tim yang terlibat.
Menjaga Integritas Polri: Dedi mengingatkan bahwa kerja keras Polri yang kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tidak boleh dikotori oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang hanya mencari keuntungan pribadi.
Citra kepolisian saat ini harus terus ditingkatkan di tengah berbagai tantangan dan kecaman publik. Jangan sampai tindakan segelintir oknum menjadi bumerang bagi institusi yang sedang berupaya menjadi lebih baik. Kami meminta ketegasan Bapak Kapolda untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh di Polres Batubara.


This post have 0 komentar
EmoticonEmoticon