DIDUGA POLRES LABUHAN BATU PEMBIARAN BERTAHUN-TAHUN MAFIA BBM
Joniarnewspekan.com........LABUHANBATU - Praktik mencurigakan Pengisian solar subsidi ke jerigen diduga dilakukan di SPBU 14.227.350 Negeri Lama Labuhanbatu disinyalir menjadi bagian jaringan distribusi ilegal
Bertahun-tahun mafia BBM jenis solar bersubsidi diduga bergerilya bebas tanpa hambatan di SPBU 14.227.350 Negeri Lama Labuhanbatu.
Mereka kian brutal dan seolah tak lagi mengenal rasa takut menguras subsidi negara secara terang-terangan, lalu mengirimkannya ke perusahaan - perusahaan di Sekitaran Labuhanbatu.
SPBU yang kini menjadi sorotan publik adalah SPBU bernomor lambung 14.227.350 Negeri Lama Labuhanbatu di jalan Lintas Negeri Lama kec Bilah Hilir kabupaten Labuhanbatu Sumatra Utara.
SPBU tersebut diduga kuat menjadi titik distribusi ilegal solar subsidi skala besar dengan modus pengisian ratusan jerigen menggunakan mobil pick-up dan truk sebagai alat angkut utama.
Pantauan lapangan dini hari , memperlihatkan aktivitas mencurigakan berlangsung secara terbuka.
Solar subsidi jenis Biosolar tampak diisi ke puluhan jerigen, lalu dimuat ke mobil pick-up dan truk tanpa upaya penyamaran.
Bobroknya proses pengisian tersebut tidak dilakukan sembunyi-sembunyi. Oknum petugas SPBU diduga ikut terlibat langsung membantu pengisian puluhan jerigen berisi solar ke kendaraan pengepul.
Fakta ini menguatkan dugaan adanya kongkalikong sistematis antara mafia BBM dan oknum SPBU dalam menyelewengkan distribusi BBM bersubsidi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, solar subsidi hasil penimbunan tersebut diduga ditampung di gudang mafia solar yang kemudian akan dijual kembali ke Perusahaan dan kapal yang tidak bisa menikmati solar subsidi.
Bahkan, beberapa mafia BBM di Negeri Lama diduga menjadi tangan kanan perusahaan, sehingga aktivitas ilegal mereka nyaris tak tersentuh hukum selama bertahun-tahun.
“Polsek yang letaknya tidak jauh dari SPBU 14.227.350 Negeri Lama Labuhanbatu diduga telah berkordinasi dengan para mafia BBM itu,” ujar Lukman, warga Negeri Lama.
Ia menyebut, para mafia BBM yang bercokol di SPBU 14.227.350 Negeri Lama Labuhanbatu diduga sudah melakukan koordinasi dengan aparat.
“Kalau tidak melakukan koordinasi pasti disikat. Itu sudah berlangsung sejak lama dan terang terangan,” ungkapnya.
Menurut dia, Mobil-mobil truk dan pick up itu selalu masuk jika jatah solar sudah masuk. Jerigennya ratusan.
“Kalau subsidi dipakai usaha besar, kami yang kecil ini pasti tersingkir,” ungkap seorang warga dengan nada kesal.
Keluhan juga datang dari para sopir dan yang selama ini kerapkali menjadi korban langsung. Mereka mengaku sering mengantre panjang, namun pulang tanpa mendapatkan solar.
“Kami antre lama, tapi jerigen selalu didahulukan. Kadang dibilang solar habis, padahal jelas-jelas dijual ke pengepul,” kata seorang sopir.
Masyarakat menduga para mafia BBM tersebut mengantongi rekomendasi atau perlindungan dari pihak tertentu, sehingga berani beroperasi secara terbuka.
“Solar subsidi itu bukan lagi untuk rakyat, tapi dijual ke bandar dan perusahaan. Ini kejahatan terstruktur dan terorganisir. Ada kalanya kami akan bongkar semuanya,” lanjutnya.
Masyarakat mendesak Polres Labuhanbatu, Pertamina, dan BPH Migas segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh.
“Nelayan dan petani menjerit karena solar langka dan mahal, sementara mafia bebas ambil solar Subsidi, "ujar Lukman kesal.
Sebagai informasi, pengangkutan dan penjualan BBM subsidi menggunakan jerigen tanpa izin resmi merupakan pelanggaran Undang-Undang Migas yang dapat berujung sanksi pidana. Namun hingga berita ini diterbitkan, aparat penegak hukum setempat belum memberikan klarifikasi resmi.(red)





This post have 0 komentar
EmoticonEmoticon